Senin, 26 September 2011

Tak Seperi yang Ku bayangkan

Pagi itu jam menunjukkan pukul 06.20 WIB. Jam alarm berbunyi bising, membuat ku terbangun dari mimpiku. Ku tarik selimutku, tak ingin ku berpaling dari tempat tidurku. tapi ibu terus berteriak-teriak , berusaha membangunkan ku. terkejut aku karena hari sudah siang . Lalu ku beranjak dari tempat tidur. menuju ke kamar mandi dan secepatnya berangkat sekolah.
Aku teringat bahwa PR yang tadi ku kerjakan malam harinya belum semuanya selesai. Padahal hari ini harus dikumpulkan dan aku tak mau dihukum untuk ke sekian kalinya... Sudahlah, itu tak penting. Yang penting aku jangan sampai terlambat masuk sekolah . tak ku perdulikan perutku yang dari tadi keroncongan. Tak lupa seperti biasanya ibu membawakanku bekal karena sudah hafal dengan kebiasaanku yang tidak pernah sarapan.
Aku pun beranjak pergi. Seperti biasa , ayah selalu setia mengantarkanku berangkat sekolah. Maklum jarak antara rumahku dengan sekolah sangat jauh .

Setibanya di sekolah .. Ku langkahkan kaki dengan cepat. tapi terlambat , pintu gerbang sudah ditutup , tapi untunglah Pak Karno panggilan satpam di sekolahku , masih membolehkanku masuk ...
Secepat kilat ku menuju kelas . Ku telusuri koridor kelas satu per satu . Harap maklum , kelasku berada dipaling pojok, Dekat gudang. jadi banyak mitos mengatakan bahwa di situ sering terlihat penampakan sosok wanita berambut panjang. uuppps ... kok jadi bayangin itu sih .  Gag penting banget !
lalu aku baru sadar kalo di depankuku ada seorang cowo yang sedang bingung mencari kelasnya. Sepertinya dia anak baru, pikirku ! Dia tidak melihat kalau ada aku di depannya..
Braaak ... kami pun bertabrakan. Buku yang ku pegang berceceran di lantai, dia merintih kesakitan. Lalu kami pun saling berpandangan .. seakan-akan waktu berhenti sejenak. Oh Tuhan .. apa yang sedang terjadi ? Kenapa tiba" mulut ini tak bisa bicara ? Tanganku beku tak dapat berkutik apa-apa... aku hanya bisa menatap nya, diapun demikian. Lalu akupun tersadar , saat Rena memanggilku. Dia juga terlambat.  Ku ambil buku-buku ku yg berceceran di lantai , lalu ku beranjak pergi meninggalkan dia. aku tak berkata apa-apa , karena waktu itu aku sedang terburu-buru .  Dia tersenyum kepadaku. lalu aku pun membalas dengan senyuman penuh arti ..
Rena sudah berjalan meninggalkanku, lalu aku pun menyusulnya dari belakang. Se sampainya di kelas, aku tak henti-hentinya memikirkan kejadian tadi. aku penasaran siapakah laki-laki itu ?

Lamunanku tiba-tiba buyar. Tiba-tiba Bu beta , guru matematikaku berjalan memasuki kelas dengan membawa seorang laki-laki. Itu pasti anak baru , pikirku! aaah .. masa bodo dah , males banget dengerin perkenalannya.
Tiba-tiba ... Gubrak !
"hah ? itu kan anak yang tadi tabrakan sama kamu Ra ?"
"Mana?"
aku terkejut . Ternyata laki-laki itu masuk ke kelasku. aku benar-benar tak percaya. Seperti mimpi. Kenapa aku harus sekelas dengan nya?
Semua teman-teman trkagum-kagum padanya. Karena diantara teman-teman cowoku yang lain memang dia yang paling tampan. Sampai" semua mata tertuju padanya..
Tapi tak demikian denganku. Di saat semuanya berusaha ingin berkenalan dengan dia, aku malah ke perpus , nenangin diri dari kerumunan cewe" centil.
"Haduuh ... males banget deh ngeladeni anak baru."
"Looh , kok aku jadi aneh gini yah ?"
"Kenapa aku ga suka liat dia disini . Kenal juga ga."
"Udahlah, gausah dipikiri toh itu juga ga penting!"

Tiba-tiba Rania datang menghampiriku, dia duduk di sampingku. Apa yang terjadi? Dia langsung membahas anak baru itu.
"Eh Ra .. tuh anak baru cakep amat yah? kira-kira udah punya cewe belum yak? haha"...
"Mana aku tau ! Emang aku dukun apa yak".. jawabku ketus.
"Diih .. kok jutek banget jawabnya. kamu ga suka sama dia ?"
"Hati-hati ntar kamu bisa suka loh sama dia .. ledek Rania.
"Iiih .. apaan sih kamu. Ga mungkin banget lagi aku suka sama cowo yang sok kecakepan kaya dia (mang cakep sih sebenernya)!"
"Hahaha , jangan salahin aku yak kalau suatu saat kamu suka sama dia. aku ga bakal tangung jawab loooh"...
"Udah aah ... mending kamu pergi dari sini kalau cuma pengen ngeledekin aku!" jawabku ketus.
"Hahaha , lupid lupid"...
"Raaaaniiiiiiaaaaa .... awas yah kamu ! Pulang ngga aku tebengin"..
"Biaaariiiin , weeeeek!
yang sembari meninggalkanku sendiri dinkantin.

Kumat deh kebiasaannya Rania kalo udah ngeliat cowo cakep.  Tiba-tiba sepeninggalnya Rania, Rendy nama anak baru itu, menghampiri aku yang sedang ngelamun.
"Heeiii ... sapa dia dengan senyuman lebar."
Aku masih terheran-heran, percaya dan tak percaya dengan apa yang ku lihat.
Aku hanya tersenyum ..
Lalu kami pun ngobrol-ngobrol. Tak disangka, Rendi yang menurut pandanganku jutek, angkuh , sombong .. ternyata enak diajak ngobrol. Dia baik dan murah senyum. Membuatku betah berlama-lama dengannya. Kami pun punya kesukaan yang sama. Dari sama-sama ngga suka coklat, suka musik hindie, suka warna ungu, dan phobia sama kecoa. hahaha , gokil gokil ...
Tidak terasa bel istirahat telah usai , kami pun kembali ke kelas ..

Senin, 12 September 2011

Bulan yang mulia

Bulan ramadhan yaitu bulan mulia. Banyak orang yang menginginkan bulan itu cepat datang dan ada pula yang sebaliknya. Tapi sekarang bulan itu sudah datang. Banyak yang menyambut dengan suka cita. Di bulan Ramadhan ini mengajarkan kita bagaimana menahan kesabaran, menahan amarah, menahan nafsu dan juga supaya kita bisa merasakan seperti orang-orang yang tidak beruntung seperti kita.
Dalam bulan ramadhan ini semua pasti mengharapkan kemenangan yang sempurna, tetapi banyak juga orang-orang yang merasa sulit untuk mencapai kemenangan itu.
Pada minggu akhir bulan ramadhan ini akan datang malam lailatul qadar yaitu malam yang lebih baik dari malam seribu bulan. Malam yang akan memberi kemudahan untuk kita jika kita melaksanakannya dengan sungguh-sungguh.